Minggu, 30 Januari 2011

MENTERI Koordinator

. Minggu, 30 Januari 2011

IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia ~> MENTERI Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa menjanjikan pengadaan pabrik pengolahan kakao bagi petani di Luwu.Pabrik ini sangat diperlukan para petani di daerah ini karena Luwu merupakan penghasil kakao terbesar kelima di dunia.

“Pemerintah siap membantu pengembangan kakao di Luwu dengan memberikan bantuan pabrik pengolahan kakao.Petani kakao di Luwu membutuhkan pabrik pengolahan kakao,”kata Hatta, yang juga Ketua Umum PAN, ketika berdialog dengan petani di Kecamatan Suli,Kabupaten Luwu,Jumat (28/1) lalu. Provinsi Sulsel merupakan produsen kakao terbesar di Indonesia.

Di tingkat dunia, Indonesia menempati posisi kedua setelah Pantai Gading. Produksi kakao terbesar di Sulsel berasal dari Kabupaten Luwu. “Saya menyambut positif Lu wu dijadikan sentra pengembangan kakao di Sulsel karena kabupaten ini penghasil kakao terbesar di Sulsel, bahkan bisa disetarakan penghasil kakao posisi lima dunia,” kata dia. Hatta berdialog dengan berbagai kelompok tani di Luwu dalam rangkaian kunjungannya bersama Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan, setelah sebelumnya berkunjung di Kabupaten Wajo.

Turut mendampingi dua menteri ini ke Luwu,yaitu Gubernur Sulsel SyahrulYasin Limpo. Luwu yang kaya berbagai komoditi karena alamnya yang subur, memberikan kontribusi besar bagi Sulsel untuk ekspor berbagai komoditi, salah satunya kakao. Karena itu, Hatta sangat merespons keinginan Bupati Luwu Andi Mudzakkar agar pengembangan kakao di Sulsel dipusatkan di Luwu. Bupati Luwu Andi Mudzakkar di hadapan dua menteri dan Gubernur, mengharapkan pemerintah pusat membantu pengembangan kakao di Luwu dengan memberikan bantuan pabrik pengolahan kakao.

Petani kakao di Luwu dan daerah pemekaran Luwu membutuhkan pabrik pengolahan kakao untuk meningkatkan produktivitas dan mutu kakao.Pabrik ini juga dibutuhkan petani agar kakao bisa diolah sebelum dijual ke Makassar. “Selama ini petani menjual kakao dalam bentuk biji mentah ke Makassar, padahal produksi kakao Luwu setiap tahun meningkat,”ujar dia.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyatakan,Kabupaten Luwu bersama Kabupaten Luwu Timur dan Pinrang ditetapkan sebagai pilot projectprogram ketahanan pangan di Sulsel sehingga tahun ini Pemprov akan memberikan bantuan mesin RMU (rice milling unit) kepada tiga kabupaten tersebut.

0 komentar: