Kamis, 21 Juli 2011

Gedung Universitas Islam Negeri

. Kamis, 21 Juli 2011

Blogger-Malam terlebih dahulu memberikan ping untuk keyword Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah sebagai kalimat pembuka. Gedung Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin di Samata, Kampung Garagantu, Kelurahan Romangpolong, Kecamatan Somba Opu, Gowa, disegel puluhan warga, kemarin.

Aksi penyegelan dilakukan warga yang mengklaim sebagai ahli waris pemilik lahan Gedung UIN Alauddin Makassar. Warga melakukan penyegelan di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin,sekitar pukul 10.30 Wita, ketika mahasiswa mengikuti perkuliahan. Kammisi Roema,warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan, mengaku, belum mendapat ganti rugi lahan oleh pihak kampus UIN. Padahal, sebelum fakultas itu dibangun beberapa tahun lalu, sudah ada kesepakatan soal ganti rugi lahan.

“Penyegelan ini sebagai bentuk protes karena hingga kini ganti rugi lahan belum diberikan, padahal sudah ada kesepakatan. Pihak keluarga sudah pernah melakukan pertemuan hingga melahirkan kesepakatan pembayaran ganti rugi lahan, tapi hingga kini tidak terealisasi,”ungkap Ratu Monalyza, cucu pemilik lahan Kammisi Roema, saat ditemui di lokasi penyegelan.

Ratu Monalyza mengatakan, luas lahan yang dalam lokasi kampus yang belum diganti rugi tertera rinci dalam persil D5 II kohir 0,52 hektare (ha) dan luas bangunan Fakultas Abad dan Humaniora sekitar 700 meter persegi.“Luas ini yang harus diganti rugi pihak kampus UIN,”tuturnya. Surat perjanjian kesepakatan ganti rugi lahan yang dibuat pihak kampus disaksikan beberapa pihak terkait.

Karena belum ada realisasi, pihak ahli waris lahan terpaksa mengambil tindakan represif. “Sebelum menyegel gedung ini, kami terlebih dahulu berkoordinasi bagian tata usaha kampus. Kami juga menjelaskan bahwa pihak kampus telah mengingkari perjanjian yang sudah dibuat,”katanya. Pantauan di Kampus UIN Alauddin Samata, puluhan warga yang mengaku pemilik lahan, menyegel bagian belakang Fakultas Adab dan Humaniora.

Tumpukan batang pohon mangga dan bambu berserakan di koridor gedung berlantai empat itu. Aksi tersebut disaksikan mahasiswa dan dosen,tapi mereka tidak dapat berbuat banyak. Pembantu Dekan Fakultas Adab dan Mohaniora UIN Alauddin Samata Barsihannor meminta pihak kampus segera menuntaskan permasalahan ini sehingga tidak mengganggu proses perkuliahan mahasiswa di Fakultas Adab dan Humaniora.

“Saya tidak ingin berkomentar lebih jauh tentang persoalan lahan di kampus ini yang berbuntut penyegelan gedung. Saya hanya meminta pihak terkait segera menuntaskan persoalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku sehingga perkuliahan kembali lancar,”ujarnya.

0 komentar: